Menu Content/Inhalt
Serambi arrow Berita arrow Latest arrow Tahu Bayinya Dibuang Setelah Baca Sapos
Tahu Bayinya Dibuang Setelah Baca Sapos PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 19 January 2009
Tahu Bayinya Dibuang Setelah Baca Sapos
TERUNGKAPNYA identitas kedua orangtua bayi laki-laki yang ditemukan di salah satu bangku panjang yang berada di lorong RSUD AW Syahranie, tentunya membuat petugas kepolisian sedikit merasa lega. Pasalnya, sejak berita itu dimuat di harian ini, polisi berusaha melacak keberadaan orangtua yang tega membuang bayi tak berdosa itu.

Akhirnya Minggu (19/1), ibu bayi yang oleh Direktur RSUD AW Sjahranie dr H Ajie Syirafudin diberi nama Taimasi itu, datang ke Poltabes Samarinda. Si ibu bernama Novita (17) dan ayahnya bernama Agustinus Ciyana (43). Keduanya warga Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Novita menyebut, kekhawatirannya memuncak setelah membaca Sapos yang memberitakan penemuan bayi di rumah sakit. Bahkan sambil membawa Sapos terbitan kemarin, Novita berusaha meyakinkan polisi.

"Ini anak saya pak, dia (Thiamsi, Red) saya lahirkan di Rumah Sakit Islam Rabu (14/1) pukul 04.30 Wita," ungkap Novita sambil menunjukkan halaman utama Sapos yang memuat foto Thiamsi sedang dirawat.

Polisi kemudian menenangkan Novita untuk menanyakan bagaimana dia (Novita, Red) merasa yakin bayi itu adalah darah dagingnya. Ia juga ditanya alasan mengapa tega membuang bayi itu.

"Bukan saya yang membuang pak, tetapi pacar saya (Agus, Red). Saya yakin kalau bayi itu anak saya. Setelah membaca berita di Sapos, bayi itu memakai gelang yang bertuliskan nama saya. Ketika saya tanya pacar saya, dia bilang benar itu bayi kami (Novita dan Agus, Red)," ujar Novita.

Agus yang datang belakangan, kepada polisi beralasan takut sehingga membuang bayi itu. Katanya, bayi yang dilahirkan dari hubungan gelap itu, dapat menimbulkan aib bagi keluarga Novita.

"Pikiran saya benar-benar kalut, saya tidak tahu lagi, kemana saya harus membawa bayi itu. Sebenarnya saya mencari orang yang mau mengadopsi, tetapi tidak ada," ungkap Agus.

Menurutnya, setelah menyelesaikan administrasi persalinan di RS Islam, bayi tersebut dibawa ke RSUD AW Syahranie. "Saya berharap di rumah sakit itu (RSUD AW Syahranie, Red), ada warga yang mau mengadopsi," imbuh Agus.

Namun saat di rumah sakit, Agus malah memiliki pikiran lain dan akhirnya meninggalkannya begitu saja. "Sebenarnya, saya meninggalkan bayi di bangku itu karena mau ke belakang (kamar mandi, Red). Tetapi waktu saya kembali saya lihat sudah banyak orang yang berkumpul," katanya.

Setelah membuang bayi itu, Agus pulang ke Muara Badak. Di sana Agustinus bertemu dengan Novita dan mengatakan bahwa bayi mereka telah diadopsi oleh orang lain. "Sebenarnya saya tidak menyetujui usulan dia (Agus, Red). Tetapi setelah dia meyakinkan, akhirnya saya setuju untuk membiarkan bayi saya diadopsi oleh orang lain. Tetapi setelah saya tahu dari koran (Sapos, Red) ternyata anak saya dibuang di rumah sakit. Saya mengiginkan anak saya itu kembali," tutur Novita.

Agus pun berpikiran sama dengan Novita. "Saya mengaku hilaf, saya berjanji akan merawat bayi kami," papar Agus sambil memohon kepada polisi.

Apapun dalih maupun alasan yang dilontarkan Agustinus dan Novita, polisi tetap memproses kedua pasangan itu. (rm-3)

 
sumber:
http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=5454 
Last Updated ( Tuesday, 20 January 2009 )
 
< Prev   Next >